Posted by: Admin Himapet | 18 March 2012

Tetapkan 5 rumpun asli sapi lokal, pemerintah mengandalkan kelompok ternak pembibit sebagai basis pelestarian


Pulau dengan luas sekitar 12 ribu ha itu telah ditetapkan pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sebagai lokasi pemurnian sapi aceh. Sejak ditetapkan pada 2011 lalu dan untuk selanjutnya, di dalam Pulau Raya yang masuk wilayah Kabupaten Aceh Jaya ini, mutlak hanya dan harus dikembangkan sapi–sapi jenis sapi aceh ansih. “Tidak boleh ada sapi jenis lain, khusus hanya sapi aceh!” tandas Murtadha Sulaiman, Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh kepada TROBOS.

Lanjut diterangkan Murtadha, di pulau yang dapat dicapai dengan menyeberangi pantai barat Aceh sekitar 10 menit dari daratan terdekat ini, akan ditampung 4 ribuan ekor sapi dengan perbandingan setiap ha lahan untuk sekitar 4 ekor. Sistem pemeliharaannya, akan menerapkan padang penggembalaan dan kandang koloni.

Targetnya, akan dihasilkan sapi aceh murni, atau setidaknya mendekati DNA (asam deoksiribonukleat) asli setelah diuji progeny test. “Dalam prosesnya, setiap anakan yang performanya tidak mendekati fenotip (tampilan – red) sapi aceh, akan dikeluarkan dari Pulau Raya dan dijadikan sapi potong,” imbuh Murtadha.

Sapi Madura
Kegiatan sebangun bergulir juga untuk sapi asli Madura. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memilih Pulau Sapudi di Kabupaten Sumenep sebagai lokasi pemurnian dan pelestarian sapi madura, sapi yang biasa untuk kerapan (pacuan) maupun dijadikan sapi sonok (sapi hias). Sensus Ternak 2011 menyebut, Kecamatan Gayam di Pulau Sapudi memiliki populasi 26.249 sapi dan didominasi sapi madura.

Suparwoko melanjutkan, model pembibitan yang dikembangkan berbasis Inka (Inseminasi Kawin Alam). Penjelasannya, teknologi IB (Inseminasi Buatan) kerap menghadapi kendala ketersediaan nitrogen cair karena musim dan cuaca buruk sehingga kapal sulit menyeberang. “Solusinya, kami seleksi pejantan–pejantan unggul sapi madura untuk dipelihara di Pulau Sapudi. Dan sesuai dengan undang–undang, perlahan sapi jenis lain dikeluarkan dari pulau,” paparnya.

Penetapan 5 Rumpun Asli
Direktur Perbibitan Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Abubakar menjelaskan, pemerintah telah menetapkan sumber–sumber bibit dari plasma nutfah sapi lokal dengan mengacu Permentan nomor 48/Permentan/OT.140/9/2011 tentang pewilayahan sumber bibit ternak. “Harapannya, diperoleh bibit–bibit sapi lokal untuk dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Dan untuk mendukung pelestarian plasma nutfah sapi potong asli Indonesia ini, pemerintah pusat mengalokasikan dana melalui APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) berupa dana Tugas Pembantuan (TP) dan dana dekon yang besarannya disesuaikan dengan daerah masing–masing. “Dilakukan pula keterpaduan program seperti kegiatan pengadaan ternak yang difokuskan kepada sapi lokal dan dikembangkan melalui kelompok VBC,” paparnya.

Sapi Aceh
Pemerintah daerah “pemilik” sapi lokal pun sibuk melakukan penataan. Dinas Peternakan Kabupaten Aceh Timur, antara lain melakukan upaya pelestarian dengan membentuk sentra pembibitan VBC khusus sapi aceh. “Saat ini sudah terbentuk 20 kelompok VBC tingkat desa dan selanjutnya akan dibentuk kelompok VBC tingkat kecamatan,” jelas Kepala Dinas Peternakan Aceh Timur, Usman A Rahman.

Sapi Sumbawa
Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Syamsul Hidayat Dilaga, tahap pertama yang dilakukan adalah sosialisasi kepada peternak tentang pengakuan dan penetapan sapi sumbawa sebagai plasma nutfah asli Indonesia. “Peternak pun terus didorong untuk memperbanyak populasi atau skala kepemilikannya karena populasi total sapi Sumbawa baru sekitar 3.000 ekor,“ ujar Syamsul.
Berikutnya, kata Syamsul memperluas rasio antara sapi jantan dan betina di padang penggembalaan. Pasalnya, saat ini rasio sapi sumbawa dengan sentranya yang berada di Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa ini terlalu sempit yaitu 1 jantan berbanding 3 betina. “Terlalu banyak jantan sehingga sempitnya rasio ini memperbesar potensi inbreeding (kawin sedarah – red). Ini yang ingin kami tata,” tandasnya.

Padang dan Bali
Dari Sumatera Barat, sebagai asal rumpun sapi pesisir, keterangan singkat diberikan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat, Edwardi. Menurut dia, pemerintah daerah telah bekerja sama dengan perguruan tinggi membentuk tim kajian menyusun grand design pelestarian sapi pesisir.
Edwardi menambahkan, komitmen pun telah dibangun dengan para peternak yang memelihara sapi ini terutama di kawasan pantai Sumatera Barat mencakup Pesisir Selatan, Agam, Padang Pariaman dan Pasaman Barat.

Sementara untuk sapi bali yang legendaris, jauh-jauh hari sapi ini telah mendapat perhatian khusus. Sebagaimana dilaporkan TROBOS Edisi 144 September 2011 lalu, melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian nomor 776/Kpts/Um/12/1976, pemerintah pusat sejak 1976 mendirikan Proyek Pembibitan dan Pengembangan Sapi Bali (P3 Bali) untuk pemurnian dan peningkatan kualitas genetik serta mencegah kepunahan sapi bali.

Selengkapnya baca di majalah Trobos edisi Februari 2012

Advertisements
Posted by: Admin Himapet | 15 March 2012

Peternak sapi lokal bertahan melestarikan sumber daya setempat karena setia pada nilai-nilai tradisi

Syamsudin peternak sapi aceh dari Desa Meudang Ghon Kecamatan Jaya Kabupaten Aceh Jaya Provinsi Aceh mengungkapkan, ia mewarisi tradisi beternak sapi aceh dari leluhur secara turun temurun. Meski skala kepemilikan sapinya hanya 6 ekor yang terdiri atas 1 ekor jantan dan 5 ekor betina, Syamsudin mengaku usaha ini menjadi penggerak ekonomi keluarganya.

Belum lama, sapi aceh jantan miliknya umur sekitar 3 tahun dengan berat taksiran 150 kg yang menjadi juara 1 dalam kontes sapi aceh se Provinsi Aceh tahun lalu sempat ditawar Rp 20 juta. Tetapi Syamsudin bertahan tidak menjualnya.

Ia bertekad akan mempertahankan sapi jantannya itu dan menjadikannya pemacek (pejantan) bagi sapi-sapi betinanya sampai beranak pinak. “Saya masih menggunakan kawin alami untuk membuntingkan sapi betina karena selama ini sapi dilepas pada siang hari dan dikandangkan pada malam hari,” ungkap Syamsudin.

Ia menambahkan, sapi jantannya akan dijual hanya kalau keadaan mendesak dan harga belinya sesuai. Kesetiaannya membudidayakan sapi aceh, kata Syamsudin, sebagai kontribusinya dalam ikut menyelamatkan sapi jenis tersebut.

Idealisme yang sama diutarakan Subandi, dalam memilih sapi aceh untuk usaha budidaya sapinya. Peternak asal Desa Raja Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh ini mengatakan, “Memilih memelihara sapi aceh karena ingin ikut andil melestarikan sumber daya ternak di daerah ini.” Alasan lain, berdasar pengalaman dia, pertumbuhan sapi aceh lebih cepat ketimbang sapi lokal jenis lainnya.

Kepada TROBOS ia mengungkapkan strategi dia dalam beternak sapi aceh, yaitu menjual ketika harga pantas dan memelihara lagi sapi yang berukuran kecil. “Syukur – syukur kalau sapi yang dipelihara bisa beranak pinak,” ungkap pemilik 3 sapi aceh jantan dan 5 betina ini.

Tak jauh beda di Bali. Beternak sapi lokal merupakan suatu kebanggaan bagi peternak sapi di Pulau Dewata ini. Karena itu, umumnya usaha ini dimiliki peternak secara turun temurun. “Memelihara sapi bali adalah sebuah kebanggaan sekaligus menunjukkan status sosial seseorang di masyarakat,” terang I Wayan Madra, peternak sapi bali asal Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli.

Predikat juragan sudah sepantasnya disematkan pada pria ini. Karena di kandang miliknya terdapat 20 ekor sapi bali jantan dewasa, 40 ekor betina dewasa, 15 pedet jantan dan 5 pedet betina. Ia mengaku memilih memelihara sapi bali dengan alasan lebih mudah, mampu hidup dalam kondisi apapun.

Lekat Tradisi dan Budaya
Budiaya sapi aceh tidak lepas dari tradisi dan budaya di daerah setempat. Diungkapkan Bahrum, Ketua Kelompok Peternak Jroha Naguna di Desa Pango Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh, dipilihnya sapi aceh oleh peternak juga disebabkan tradisi masyarakat Aceh yang kental dengan budaya Islam. Permintaan sapi aceh yang tinggi, dibarengi harga yang tinggi berhubungan dengan tradisi hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

Pria yang juga Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Banda Aceh, Provinsi Aceh ini mengatakan, di waktu-waktu istimewan tersebut, penduduk Aceh biasanya membuat berbagai olahan makanan seperti kari serta dendeng. Dan bahan baku yang digunakan, kata Bahrum, harus daging sapi aceh.

Demikian pula untuk Madura. Kisah peternak sapi madura memiliki keunikan tersendiri dikarenakan karakter sapi jenis ini yang terkenal tak hanya sebagai penyedia pangan tetapi dikenal luas untuk aktivitas kerapan (balapan) maupun sonok (hias).

Hannan yang beternak sapi madura secara turun temurun di daerah Sumenep berpendapat, selain karena lebih tahan terhadap penyakit dan tidak rewel, sapi madura dipilih peternak karena masyarakat setempat masih memegang teguh tradisi budaya yang berkaitan dengan sapi madura. Pemilik 2 ekor jantan dan 4 ekor betina sapi madura mengatakan, masyarakat Madura masih kerap menggelar kerapan sapi dan seni saroniman (sapi sonok/kontes performa). “Sapinya harus sapi madura,” kata dia.

Posted by: Admin Himapet | 2 February 2012

Contoh penulisan laporan

contoh laporan

Posted by: Admin Himapet | 31 May 2011

PROYEKSI PERTANIAN DUNIA 2020

www.poultryindonesia.com. Belum lama ini Departemen Pertanian Amerika serikat (USDA) merilis proyeksi pertanian 2020 yang merupakan hasil kerja panitia interagensi di departemen tersebut. Secara garis besar, demand produk pertanian yang kuat membuat pendapatan bersih sektor pertanian bertahan tinggi.

Prospek sektor pertanian dalam jangka pendek mencerminkan penyesuaian pasar terhadap kondisi supply dan demand yang membuat harga komoditi pertanian naik akhir-akhir ini. Sub sektor peternakan pun merespon naiknya harga komoditi pertanian, khususnya jagung dan bungkil kedelai, dengan menyesuaikan produksinya pada tahun 2011 ini. Setelah diperkirakan sedikit turun pada tahun ini, selanjutnya nilai ekspor dan pendapatan bersih pertanian akan terus meningkat hingga 2020. Hal ini terutama karena terus mantapnya pertumbuhan ekonomi dunia setelah resesi global dan demand biofuel yang masih stabil terutama di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Pertumbuhan ekonomi global diasumsikan rata-rata 3,4% per tahun selama periode 2011-2020. Sementara itu angka pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni sekitar 6% per tahun diperkirakan terjadi di negara-negara sedang berkembang seperti Cina dan India  serta negara sedang berkembang lainnya menyokong pertumbuhan makro ekonomi dunia.

Sementara itu ekonomi AS diproyeksikan tumbuh rata-rata 2,6% per tahun hingga tahun 2020. Dengan angka pertumbuhan yang lebih rendah dibanding ekonomi dunia, andil AS dalam Gross Domestic Product (GDP) global turun dari lebih 26% saat ini menjadi di bawah 25% pada tahun 2020.

Dolar Amerika diasumsikan mengalami depresiasi selama satu dekade ke depan. Melemahnya dolar ini akan menguntungkan ekspor pertanian AS meskipun persaingan dagang internasional semakin ketat. Read More…

Posted by: Admin Himapet | 11 April 2011

Efisiensi Pakan Memakai Tempat Pakan Gantung

Pada saat ini sering kita mendengar kata efisiensi. Efisiensi adalah kemudahan dalam hal cara kerja yang akan menghemat tenaga, waktu, dan biaya. Dalam hal ini, penulis yang juga merupakan pelaku peternakan mencoba berpartisipasi untuk mengemukakan hasil pengamatan di lapangan yang ada kaitannya dengan efisiensi, yaitu pemakaian tempat pakan gantung untuk DOC yang berkapasitas hanya 0,5- 1 kg per tabungnya.
Dengan catatan,  manajemen sudah baik. Mulai dari persiapan kandang (cuci kandang dan istirahat yang cukup), penanganan masa brooding yang sudah sangat baik –dari masa lepas brooding hingga masa panen, dan ditangani oleh operator kandang yang bertanggungjawab.  

Penulis mencoba menambahkan atau melengkapi perlakuan pada masa brooding dengan memakai tempat pakan gantung untuk DOC. Awalnya, penulis menyampaikan ide ini sekitar 5-6 bulan lalu kepada pemilik PIE TIEK KOE Farm di Bogor (milik Bambang Ismono), yang menyambut baik ide tersebut dan mengaplikasikannya sebanyak 200 set tempat pakan ukuran 1 kg dan berhasil sukses pada periode pertama.
Read More…

Posted by: Admin Himapet | 5 April 2011

JENIS KAMBING DI DUNIA

1. Kambing Beetal 

Kambing ini adalah saudara dekatnya Jamnapari, coba perhatikan ciri fisiknya..

Adalah jenis kambing yang ditemuka di Punjab, Pakistan dan India, biasanya berwarna merah atau hitam, telinganya berjumbai, pada Jantan tanduknya memutar ke arah belakang. Keturunannya mirip dengan Jamnapari ( di Indonesia di kenal dengan Etawa )

Jenis ini lebih unggul daripada jamnapari karena lebih produktif dan lebih mudah menyesuaikan diri dengan kondisi agro-ekologi

Warna bulu  kambing beetal (beetal goats)adalah : hitam,coklat atau bercak putih. Wajahnya Cembung tapi tidak menonjol seperti jamnapari. Telinga panjang, datar, terkulai. Jantan dan betina memiliki tanduk. Ekor kecil da tipis. Ambing ( kantong susu ) besar dan berkembang dengan baik, dot berbentuk kerucut besar.

Karakteristik:

Laki-laki dewasa Betina dewasa
Berat badan 59.07 59,07 34.97 34,97
Panjang tubuh 85. 85. 70.42 70,42
Tinggi pada withers 91.60 91,60 77.13 77,13
Dada ketebalan 86.0 86,0 73.7 73,7

Reproduksi: Read More…

Posted by: Admin Himapet | 30 March 2011

Jenis Sapi Potong

1.BRAHMAN:sapi ini berasal dari india,namun banyak dikembangkan di Amerika,yang masuk ke Indonesia adalah dari Amerika.Bobot jantan maksimum 800kg dan betina 550kg.


2.LIMOUSINE:merupakan keturunan sapi Eropa yang berkembang diPerancis,sapi ini merajai di pasar-pasar sapiIndonesia dan merupakan sapi primadona untuk penggemukan,harganya mahal karena pertumbuhan badanya bisa mencapai 1,1kg per hari.

3.CHAROLAIS:sapi jenis ini juga di kembangkan di negara Perancis,warna bulu perak dan merupakan jenis paling besar di negara tersebut,sapi ini jarang di jumpai di pasar-pasar tradisional.Pertumbuhan badannya perhari bisa mencapai 1,3kg.

Read More…

Posted by: Admin Himapet | 26 March 2011

Rokok, Pulsa dan Paha Ayam


www.poultryindonesia.com. Dalam sebuah rapat pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang rokok terjadi perdebatan yang cukup alot, dimana Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengajukan permintaan pemerintah untuk secara total menghentikan iklan rokok di berbagai media. Sebuah sikap yang harus didukung dan diacungi jempol. Pertanyaan beliau sangat sederhana. “Apakah merokok itu sehat? Kita menginginkan totally baned dari iklan rokok,” ujarnya. RPP tentang rokok tersebut adalah sebagai konsekuensi untuk mendukung pelaksanaan pasal rokok dalam Undang-Undang Kesehatan No.36 tahun 2009.

Pulsa telepon genggam (handphone), yang beberapa tahun terakhir hingga sekarang sedang terjadi perang tarif di antara para provider baik GSM maupun CDMA. Mulai dari murahnya unit handphone dan gadget tetapi juga banting-banting harga di nomor perdana, tarif bicara dan sms hingga akses internet, plus iming-iming ekstra bonus chatting dan atau gratis sms. Lebih seru dan hebat dari iklan rokok!

Akibatnya? Lihat saja di tempat-tempat publik dan di jalanan. Banyak sekali komponen masyarakat baik umum, pelajar, karyawan, maupun di level buruh dan bahkan anak kandang sekali pun, mereka larut dalam ‘komunikasi’ sosial ini. Pemandangan senada pun terjadi di kalangan masyarakat profesional muda. Bukan saja frekuensi dan durasi yang amat tinggi dalam berkomunikasi dengan handphone. Tetapi lihatlah bagaimana seringnya mereka mengganti unit gadget mereka. Bahkan, konon pemakai Blackberry (BB) di negeri ini jauh melebihi users yang ada di AS. Padahal kalau dilihat struktur sosial negeri ini dari tingkat pendapatan dan kesejahteraan, masih jauh tertinggal di belakang. Apa artinya? Kita ini masyarakat konsumtif! Maka jangan heran dan jangan salahkan kalau negara-negara maju itu memandang Indonesia sebagai ‘very potential market’. Read More…

Posted by: Admin Himapet | 24 March 2011

Harga Pakan Naik

Mengapa Harga Pakan Naik?

www.poultryindonesia.com. Pada awal tahun ini, harga pangan global mencapai rekor tertinggi selama 20 tahun, demikian menurut badan pangan dan pertanian dunia PBB (FAO).

Index Harga Pangan FAO, yang mengukur perubahan harga pangan setiap bulan, mencatat peningkatan 231 poin pada bulan Januari lalu, naik 3,4% dibanding Desember 2010. Harga biji-bijian global saat ini sudah meningkat 50-70% dibanding harga pada pertengahan tahun 2010, menurut FAO dan Program Pangan Dunia (WFP). Kecenderungan ini mengkhawatirkan tidak hanya bagi jutaan pengangguran di Amerika Serikat yang tengah berjuang untuk pulih dari resesi ekonomi, terutama bagi rakyat negara-negara sedang berkembang yang membelanjakan lebih banyak pendapatannya untuk pangan.

Lebih jauh, FAO melaporkan meningkatnya harga komoditi di seluruh dunia disebabkan oleh terbatasnya stok dan cuaca yang tidak menentu. Sebut saja Cyclone Yasi di Australia telah mengakibatkan banjir besar dan merusak panen komoditi, sebelumnya banjir dan panas telah mengganggu kualitas gandum di Amerika Serikat. Cuaca buruk juga mengganggu hasil panen komoditi di negara-negara Amerika Latin dan Rusia. Di Indonesia, hujan lebat telah mengurangi prediksi produksi padi sehingga pemerintah harus mengimpor dari negara tetangga.

Seperti diketahui, harga pangan domestik ditentukan oleh harga komoditi seperti gandum, jagung, beras dan kedelai. Data FAO menunjukkan trend harga yang meningkat pada pertengahan 2010 dan akan terus berlangsung pada 2011. Harga pangan di kawasan Asia telah meningkat hingga 20%. Negara-negara seperti India dan Indonesia menunjukkan peningkatan harga double digit.

Pangan merupakan komponen penting Indeks Harga Konsumen, dan negara-negara seperti Philippina dan Vietnam telah menunjukkan peningkatan indeks double digit akibat tingginya harga pangan.

Banyak negara kini harus berjuang melawan angka inflasi yang meningkat. Cina telah meningkatkan suku bunga untuk ‘mendinginkan suhu’ ekonomi dan melambatkan laju inflasinya yang telah terlalu kuat untuk pangan.

Di Armenia, cuaca buruk telah menyebabkan kontraksi output pertanian dan meningkatnya harga gandum impor telah membuat harga pangan naik, menurut dana moneter internasional (IMF) belum lama ini. “Harga pangan menyumbangkan setengah dari index harga konsumen, dan kenaikan harga mendorong inflasi lebih dari 9% di negara ini,” demikian menurut IMF. Read More…

Posted by: Admin Himapet | 22 March 2011

INDUSTRI UNGGAS 2011


www.poultryindonesia.com. Tak seperti sebelumnya, para eksekutif industri perunggasan Amerika Serikat merasa  bahwa faktor-faktor keberhasilan kini lebih banyak berada di luar kontrol mereka, kendati demikian mereka melihat awal yang positif pada tahun 2011.

Belum lama ini, Dewan Ayam Nasional Amerika Serikat (National Chicken Council/NCC) menyelenggarakan diskusi panel dalam rapat tahunan. Diskusi yang berlangsung di Washington D.C. ini dimoderatori oleh Bill Lovette, Presiden dan Chief Operating Officer (COO) Case Foods.

Para eksekutif industri broiler yang berpartisipasi mengatakan bahwa mereka melihat awal yang menguntungkan pada tahun 2011 yang tinggal beberapa hari lagi. Kendati demikian, mereka juga khawatir akan kembali membubungnya harga bahan baku pakan serta daya saing industri mereka di kancah perdagangan global.

Chief Executive Officer (CEO) Tyson foods, Donnie Smith memprediksi cerahnya pasar protein daging AS pada tahun 2011, dengan supply unggas yang meningkat 2,5%. Menurutnya, tidak akan terjadi kelebihan pasok daging karena diperkirakan daging sapi akan turun sebesar 1,5% dan pasokan daging babi akan tetap stagnan.

Ekonomi yang lemah memengaruhi permintaan

Mike Roberts, presiden untuk bisnis produk pangan Perdue Farms mengatakan bahwa selama harga bahan baku pakan tidak naik secara ekstrim, industri perunggasan tetap akan tumbuh. Faktor lain yang mungkin bisa menghentikan pertumbuhan dalam jangka pendek adalah ekonomi yang terus melemah secara tajam.

CEO Pilgrim’s Pride Don Jackson mengatakan bahwa ekonomi merupakan faktor terbesar yang akan menentukan keuntungan industri perunggasan di tahun depan. “Ekonomi memiliki efek menurunkan permintaan dan akan terus merupakan faktor besar di pasar unggas, lebih dari jumlah pasokan ayam. Pasokan ayam tahun 2011 akan lebih kecil dibanding tahun 2008, namun demikian urusan harga masih sangat sensitif. Harus ada penguatan ekonomi sebelum bisnis ayam kembali mengikuti hukum supply-demand yang historis,” ujar Jackson.

Baik Roberts maupun Jackson memerkirakan terjadinya peningkatan demand pada foodservice untuk produk ayam di tahun mendatang. Jakson memprediksi pertumbuhannya mencapai 3%. “Saya kira pertumbuhan produk ayam tahun ke tahun dari sektor foodservice akan berkisar pada 1%-5%. Jadi rata-rata 3%,” tambah Jackson. Ia melihat meningkatnya harga daging sapi dan semakin banyaknya produk ayam yang dipasarkan melalui gerai-gerai makanan memacu peningkatan permintaan ayam.

Sementara itu seorang eksekutif lain mengatakan bahwa jika angka pengangguran AS masih tetap pada kisaran 9,5% hingga 9,8% dalam waktu dekat, maka pertumbuhan 1% pada permintaan sektor foodservice sudah merupakan kemenangan besar.

Dampak peraturan

Presiden Claxton Poultry Farms, Jerry Lane mengatakan bahwa tingkat produksi industri perunggasan cenderung meningkat, namun seberapa besar peningkatannya tergantung pada faktor-faktor yang di luar kontrol bisnis mereka. Menurutnya, ada lebih banyak ‘hal yang tak diketahui’ daripada biasanya yang memengaruhi prospek bisnis perunggasan, termasuk harga jagung yang meningkat dan sulit diprediksi sebagai akibat kewajiban pemerintah untuk memroduksi ethanol.

Faktor lainnya, menurut Lane, meliputi proposal peraturan yang mencakup kemitraan yang diajukan oleh Grain Inspection, Packers and Stockyards Administration (GIPSA). Lane berspekulasi bahwa peraturan yang tengah digodok itu akan membuat perusahaan-perusahaan perunggasan harus menggunakan modalnya yang terbatas untuk membangun fasilitas kandang-kandang grower daripada untuk memberikan kesempatan tumbuh. Menurutnya, peraturan itu akan membebani dan mengancam industri perunggasan AS, terutama berkaitan dengan daya saingnya di pasar dunia.Menggarisbawahi prediksi Lane, Robert dari Perdue Farms menambahkan bahwa peraturan yang diajukan GIPSA tersebut diatur untuk menurunkan insentif. Menurutnya, peraturan itu tidak akan memberikan peluang perusahaan untuk memberikan insentif kepada mitranya yang memiliki produksi lebih bagus. Read More…

Older Posts »

Categories